Sabtu, 31 Oktober 2015

Serentak, 1.700 Coder Indonesia Coba Pecahkan Masalah Bangsa



BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 1.700 coder di 28 kota/kabupaten di Indonesia berlomba memecahkan masalah bangsa. Caranya dengan membuat aplikasi kependudukan.
"Banyak masalah di Indonesia yang disebabkan belum bagusnya sistem kependudukan di Indonesia," ujar penyelenggara Hackathon Merdeka 2.0, Ainun Nadjib di Bandung, Sabtu (24/10/2015).
Nadjib menjelaskan, kependudukan adalah masalah yang dekat dengan Indonesia. Mulai dari berapa banyak yang putus sekolah, bagaimana kepemilikan kendaraan, berapa jumlah pengangguran, siapa orang yang tengah membutuhkan, dan lainnya.
Akar persoalan tersebut, sambung Nadjib, memang tidak bisa dipecahkan oleh coder. Karena coder-coder ini berada di luar pemerintah.
"Tapi kita bisa membantu memetakan gejala-gejala lewat aplikasi. Misalnya, berapa banyak siswa yang putus sekolah," imbuhnya.
Sementara itu, Public Relation Code4Nation (penyelenggara), Marina Kusumawardhani mengungkapkan, setiap pulau di Indonesia ikut serta serempak menggelar acara ini.
Selain Indonesia, acara ini digelar pula di Sydney. Marina menjelaskan, peserta terbanyak berada di Bandung, Surabaya, dan Sumbawa. Untuk Bandung, sekitar 70 tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang ikut berpartisipasi.
"Selama 24 jam mereka akan membuat aplikasi yang bisa digunakan masyarakat. Setelah 24 jam dikumpulkan dalam bentuk aplikasi jadi atau konsep," tuturnya.
Bagi aplikasi yang berupa konsep, mereka akan diberi waktu ssatu bulan untuk menyelesaikan. Pemenang pertama dan kedua di tiap kota akan dikumpulkan di Jakarta dalam final 28 Oktober 2015 mendatang.

"Biasanya nanti pemenang akan presentasi di hadapan Presiden Joko Widodo," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar