Rabu, 13 April 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 Resensi Novel



resensi-negeri-5-menara


BAB I

Judul                         : Negeri 5 menara

Pengarang                : A.fuadi

Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit              : Tahun 2009

Jumlah halaman        : Xii + 423 halaman

Kota tempat terbit    : Jakarta

Kategori                  : Novel/Fiksi

BAB II

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Alif dari kecil sudah bercita-cita ingin menjadi B.J Habibie, maka dari itu selepas tamat SMP Alif sudah berencana melanjutkan sekolah Ke SMU negeri di Padang yang akan memuluskan langkahnya untuk kuliah dijurusan yang sesuai. Namun, Amak menginginkan Alif jadi penerus Buya Hamka, membuat mimpi Alif kandas.

Alif diberi pilihan sekolah di sekolah agama atau mondok di pesantren. Sempat marah tapi akhirnya Alif ikhlas karena alif tidak ingin mengecewakan harapan orang tua khususnya ibu, alif pun menjalankan keinginan ibunya dan masuk pondok. Atas saran dari pamannya dikairo alif kecil pun memutuskan untuk melanjutkan sekolah di pondok yang ada di Jawa Timur : PONDOK MADANI. Walaupun awalnya amak berat dengan keputusan Alif yang memilih pondok di Jawa bukan yang ada di dekat rumah mereka dengan pertimbangan Alif belum pernah menginjak tanah diluar ranah minang , namun akhirnya ibunya merestui keinginan Alif itu.

Awalnya Alif setengah hati menjalani pendidikan dipondok karena dia harus merelakan cita-citanya yang ingin kuliah di ITB dan menjadi seperti Habibie. Namun kaliamat bahasa Arab yang didengar Alif dihari pertama di PM

(pondok madani )mampu mengubah pandangan alif tentang melanjutkan pendidikan di Pesantren sama baiknya dengan sekolah umum. ” mantera” sakti yang diberikan kiai Rais (pimpinan pondok ) man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Dan Alif pun mulai menjalani hari-hari dipondok dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Di PM Alif berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan si jenius Baso dari Gowa, Sulawesi. Ternyata kehidupan di PM tidak semudah dan sesantai menjalani sekolah biasa. Hari-hari Alif dipenuhi kegiatan hapalan Al-Qur’an, belajar siang-malam, harus belajar berbicara bahasa Arab dan Inggris di 6 Bulan pertama. Karena PM melarang keras murid-muridnya berbahasa Indonesia, PM mewajibkan semua murid berbahasa Arab dan Inggris. Belum lagi peraturan ketat yang diterapkan PM pada murid yang apabila melakukan sedikit saja kesalahan dan tidak taat peraturan yang berakhir pada hukuman yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Tahun-tahun pertama Alif dan ke 5 temannya begitu berat karena harus menyesuaikan diri dengan peraturan di PM.

Hal yang paling berat dijalani di PM adalah pada saat ujian, semua murid belajar 24 jam nonstop dan hanya beberapa menit tidur. Mereka benar-benar harus mempersiapkan mental dan fisik yang prima demi menjalani ujian lisan dan tulisan yang biasanya berjalan selama 15 hari. Namun disela rutinitas di PM yang super padat dan ketat. Alif dan ke 5 selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dibawah menara mesjid , sambil menatap awan dan memikirkan cita-cita mereka kedepan.

Ditahun kedua dan seterusnya kehidupan Alif dan rekan-rekannya lebih berwarna dan penuh pengalaman menarik. Di PM semua teman, guru, satpam, bahkan kakak kelas adalah keluarga yang harus saling tolong menolong dan membantu. Semua terasa begitu kompak dan bersahabat, sampai pada suatu hari yang tak terduga, Baso , teman alif yang paling pintar dan paling rajin memutuskan keluar dari PM karena permasalahan ekonomi dan keluarga.

Kepergian Baso, membangkitkan semangat Alif, Atang, Dulmajid, Raja dan Said untuk menamatkan PM dan menjadi orang sukses yang mampu mewujudkan cita-cita mereka menginjakkan kaki di benua Eropa dan Amerika. Kini semua mimpi kami berenamtelah menjadi nyata. Kami berenam telah  berada lima Negara yang berbeda, sesuai dengan lukisan dan imajinasi kita di awan. Aku (Alif) berada di Amerika, Raja di Eropa,  sementara Atang di Afrika, Baso berada di Asia, sedangkan Said dan Dulmajid sangat nasionalis mereka di Negara kesatuan Indonesia tercinta.  Di lima menara impian kami. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Pendengar.

Man jadda wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil…

BAB III

Gaya bahasa yang digunakan menggabungkan kejelian observasi seorang reporter dan kekalisan jelajah imajinasi literer dalam Negeri 5 Menara yang inspiratif. Dengan deskripsi ruang yang nyaris sempurna, A.Fuandi berhasil memetakan seluk-beluk pesantren modern yang selama ini hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut.  Dinamika kehidupan internal pesantren berpadu mulus dengan riuhnya suasana global di jantung peradaban modern yang serba bergegas. Sebuah Novel yang membuktikan bahwa tak ada hal yang tak bisa dicapai manusia di dalam hidupnya. MAN JADDA WA JADDA. 

BAB IV

KEUNGGULAN

4.1  TEMA

A.Fuandi berhasil membuat banyak orang ingin tahu lebih dalam tentang dunia pesantren sebagai pusat keunggulan, termasuk kalangan non-muslim. Penelusuran jejak-jejak pesahabatan dan pencapaian cita-cita diramu dalam kisah yang sekaligus melibatkan petualangan, religi, dan wawasan yang mengesankan.

Gontor menanamkan berbagai nilai-nilai pendidikan, nilai kejuangan, nilai kebersamaan, sehingga murid-murid terdidik secara total untuk berkarya penuh totalitas di masyarakat. Kata “man jadda wa jadda”  akan senantiasa memotivasi setiap anak dan akan melahirkan kesuksesan dimasa depan mana kala diikuti dengan kreatifitas, ketabahan dan keikhlasan.

4.2      ALUR

Maju – mundur (campuran)

Dimana tokoh utama (Alif Fikri) kilas balik dari ingatannya  akan masa silam ketika menimbah ilmu di Pondok Madani hingga membuahkan hasil yang menyenangkan dimasa kini. Sangat bagus dan menarik, sehingga membuat pembaca sulit menebak peristiwa yang terjadi selanjutnya. Dan juga bisa membuat pembaca penasaran serta mengundang antusias pembaca untuk membaca novel ini. Dan, berkesinambungan. Tidak terpecah berantakan. Disini, pengarang menggunakan alur sorot balik. Pembaca tidak akan bosan membaca kehidupan di pondok karena penulis menggunakan alur campuran. Ia memulai cerita dengan mengambil setting Alif yang sudah bekerja lalu mulai masuk ke dalam ingatan-ingatan Alif akan kehidupannya dulu di Pondok Madani. Setelah cukup panjang menceritakan tentang pondok, ia mulai beralih lagi ke kehidupan Alif masa sekarang.

4.3      LATAR

Waktu       : “Sehabis Isya, murid-murid berbondong-bondong memenuhi aula.”

Tempat    : “Al-Baraq adalah bangunan memanjang dengan koridor berbentuk huruf L.”

Suasana  : “ Dia menyampaikan semua komentar dalam bahasa Arab, larena minggu ini minggu wajib berbahasa Arab.”

4.4  PENOKOHAN/WATAK

Alif Fikri              : Tabah dan Sabar (“sabar, kita harus menghadapi hukuman ini dengan sabar”).

Dulmajid             : Ia dari Sumenep, Madura. Seorang pemain bulutangkis, rekan latih tanding Ustad Torik. Lucu, nekad (“Hah, ayo kita gotong terus masih ada waktu 5 menit” ).

Raja Lubis           : Ia dari  Medan. Ia adalah anggota English Club dan seorang orator yang hebat. Penghafal keras, gampang bingung (“Aku tidak berani melihat anak perempuan,  karena akan mengganggu hafal Al-qur’an” ).

Baso Salahudin  : Dari Gowa, Sulawesi. Terkenal karena memori fotografis dan Bahasa Arab yang fasih. Ia meninggalkan Pondok  Madani saat kelas lima untuk menjaga neneknya dan berusaha menghafal Al-Qur`an di kampung halamannya.  Pintar dan pengertian (“ayo ujian akan dilaksanakan 3 hari lagi, kita harus belajar keras” ).

Atang Yunus      : Dari Bandung. Seorang yang mencintai seni dan teater  pendiam, tidak berani aneh – aneh  (“aku sangat tidak bilang kepada ketua jasus itu, karena aku takut di hukum lagi” ).

Said Jufri          : Dari Surabaya. Ia sangat terobsesi dengan bodybuilding dan mengidolakan Arnold Schwarznegger.

Ustad Salman  : Wali kelas Alif. Laki-laki muda bertubuh kurus bersuara lantang.

Amak                 : Menjunjung tinggi nilai agama, tegas, baik.

Ayah/ Fikri Syafnir / Katik Parpatiah Nan Mudo : Sabar, baik, menjunjung tinggi nilai agama.

Pak Sikumbang, Pak Etek Muncak , Pak Etek Gindo Marajo, Pak Sutan, Ismail Hamzah , Burhan, Ustadz Salman , Kiai Amin Rais , Kak Iskandar Matrufi, Rajab Sujai / Tyson , Ustadz Torik , Raymond Jeffry / Randai , Ustadz Surur , Ustadz Faris , Ustadz Jamil , Ustadz Badil , Ustadz Karim , Kak Jalal , Amir Tsani , Pak Yunus , Kurdi, Ustadz Khalid , Shaliha , Sarah, Mbok Warsi , Zamzam.

4.5 AMANAT

Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua atas izin Allah dan usaha manusia. Buku ini telah menjadi bukti yang inspiratif. Ditulis dalam bahasa yang ringan. Terkadang serius, lebih sering kocak. Kesimpulanya “man jadda wa jadda” artinya “yang penting usaha”. Maka Allah akan membukakan jalan ke jendela dunia.

4.6 SUDUT PANDANG

Pelaku utama Orang pertama (“Aku yang dulunya egois dan cepat marah, sekarang menjadi Alif yang bijaksana dan selalu berfikir panjang sebelum melakukan sesuatu”)

4.7 GAYA BAHASA

Personifikasi (“Satu persatu kawan pun datang dari negeri 5 menara dan terkenanglah kembali masa kecil”)

KELEMAHAN

Kelemahan dari Novel Negeri 5 Menara adalah Klimaks cerita kurang menonjol sehingga para pembaca merasa dinamika cerita sedikit datar. Setelah selesai membaca, pembaca merasa cerita belum selesai setuntas-tuntasnya. Hal ini mungkin disebakan karena penulis mendasarkan ceritanya pada kisah nyata dan tidak ingin melebih-lebihkannya.

Senin, 28 Maret 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 Resensi Novel




Dilan (Bagian kedua)
BAB 1
Identitas Buku
Judul Buku :Dilan (Bagian Kedua)
Pengarang :Pidi Baiq
Penerbit         :Pastel Books
Tahun Terbit :2015
Jumlah Halaman :344 halaman

BAB 2
Di awal cerita, Milea menceritakan alasannya mau menerima Dilan sebagai pacarnya. Bagi Milea, meski Dilan nakal, suka berantem, dan anggota geng motor, Milea tidak peduli. Sikap Dilan kepadanya selama ini, kepribadiannya, serta pola pikir Dilan mampu mengubah keraguan Milea terhadap Dilan.pada saat pacaran.Dilan tidak mau dikekang Milea. Apalagi masalah geng motor dan tawurannya yang tidak bisa hilang dari Dilan meskipun dia sudah berpacaran dengan Milea. Meskipun, Milea pernah mengancam akan putus jika Dilan masih saja ikut tawuran.Karena tawuran ini, Dilan dikeluarkan dari sekolah dan sampai ditahan polisi selama seminggu. 

BAB 3
Pada Novel Dilan(Bagian Kedua) merupakan cerita fiksi  karena pengarang menceritakan kembali pada novel sebelum nya tapi dalam sudut pandang yang berbeda yaitu dengan menggunakan sudut pandang Milea terhadap Dilan

BAB 4
Kelebihan Novel :Penulis mengajarkan apa arti penting nya sebuah pendidikan untuk mencapai apa yang ingin dicapai
Kelemahan Novel :Ceritanya sedikit menggantung setelah Dilan putus dengan Milea sampai akhirnya Milea menikah dengan laki laki lain

Selasa, 10 November 2015

Kata DIKSI yang Baik dan Kata DIKSI yang tidak Baik

  • Contoh yang Diksi Tidak Baik



  • Contoh yang Diksi Baik




Kata DIKSI dan Kalimat Efektif


  • Diksi : Pengertian dan Macam-Macamnya
  • Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Fungsi dari diksi antara lain :
  • Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
  • Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
  • Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
  • Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
  • Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.

Macam macam hubungan makna :

  • Sinonim


Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.

  • Antonim.

Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.

  • Polisemi.


Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.

  • Hiponim.

Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.

  • Hipernim.

Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.

  • Homonim.

Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.

  • Homofon.

Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.

  • Homograf.

Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.

  • Makna Denotasi

Makna Denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus.

Contoh :
Adik makan nasi.
Makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut.


  • Makna Konotasi

Kalau makna Denotasi adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan makna yang bukan sebenarnya dan merujuk pada hal yang lain. Terkadang banyak eksperts linguistik di Indonesia mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna kiasan, padahal makna kiasan itu adalah tipe makna figuratif, bukan makna konotasi. Makna Konotasi tidak diketahui oleh semua orang atau dalam artian hanya digunakan oleh suatu komunitas tertentu. Misalnya Frase jam tangan.
Contoh:
Pak Slesh adalah seorang pegawai kantoran yang sangat tekun dan berdedikasi. Ia selalu disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Pada saat rapat kerja, salah satu kolega yang hadir melihat kinerja beliau dan kemudian berkata kepada sesama kolega yang lain “Jam tangan pak Slesh bagus yah”.
Dalam ilustrasi diatas, frase jam tangan memiliki makna konotasi yang berarti sebenarnya disiplin. Namun makna ini hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja di kantoran atau semacamnya yang berpacu dengan waktu. Dalam contoh diatas, Jam Tangan memiliki Makna Konotasi Positif karena sifatnya memuji
Makna konotasi dibagi menjadi 2 yaitu konotasi positif  merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan, dan konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.


KALIMAT EFEKTIF (PENGERTIAN, CIRI DAN CONTOH KALIMAT EFEKTIF)
Posted on 16.30 by Widi Apriyadi
Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
1.Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT).
Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
2.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
3.Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
4.Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)
5.Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjurmeninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)
Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif)
6.Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
Contoh:

  1. Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
  2. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
  3. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
  4. Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
  5. Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)

7.Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:
a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)
b. Membuat urutan kata yang bertahap.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).
Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.
e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh:
Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?
Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.

 KALIMAT  TURUNAN
Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.

Jenis imbuhan

Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:

1. Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
    a. Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
    b. Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan –nya

2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
    a. ber-an dan ber-i
    b. di-kan dan di-i
    c. diper-kan dan diper-i
    d. ke-an dan ke-i
    e. me-kan dan me-i
    f. memper-kan dan memper-i
    g. pe-an dan pe-i
    h. per-an dan per-i
    i. se-nya
    j. ter-kan dan ter-i

3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
    a. Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
    b. Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.

Awalan me-

Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:

1. tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w. Contoh: me- + luluh →             meluluh, me- + makan → memakan.
2. me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v. Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.
3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.
4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h. Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.
5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata. Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.
6. me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.

Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:

1. Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.
2. Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.
3. Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh: me- + konversi → mengkonversi.

Aturan khusus

Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan, yaitu:

1. ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)
2. ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)
3. pe + perkosa → pemerkosa (huruf p luluh menjadi m)
4. pe + perhati → pemerhati (huruf p luluh menjadi m)

refrensi
http://juprimalino.blogspot.com/2011/12/makna-denotasi-dan-konotasi-contoh.html

http://herlambangprasetyo.blogspot.com/2011/10/pengertian-diksi-kalimat-efektif.html
http://astutimulefa.blogspot.com/2010/03/diksi.html
http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php
http://tugasmanajemen.blogspot.com/2011/04/pengertian-fungsi-dan-elemen-elemen.html
http://disclamaboy.wordpress.com/2012/11/02/diksi-pengertian-dan-macam-macamnya/
http://rizkyanraguta.blogspot.co.id/2013/10/diksi-kalimat-efektif-dan-kalimat.html

Sabtu, 31 Oktober 2015

Printer HP

Printer HP Terbaru Diklaim Teraman di Dunia

BEIJING, KOMPAS.com - Hewlett Packard (HP) meluncurkan tiga seri printer Laser Jet kelas enterprise yang dibekali dengan fitur keamanan yang lebih ketat. Ketiganya diklaim HP sebagai printer paling aman di dunia.
Tiga printer tersebut adalah HP LaserJet Enterprise M506, HP LaserJet Enterprise Multi Function Printer (MFP) M527, dan HP Color LaserJet Enterprise MFP M577.
Disebut paling aman karena printer-printer tersebut telah dibekali dengan tiga teknologi keamanan terbaru HP. Penyematan fitur keamanan yang lebih kuat ini bagian strategi HP untuk menyediakan keamanan maksimal bagi PC dan printer.
"Perlindungan terhadap serangan keamanan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelanggan kami. HP membantu pelanggan mengamankan perangkat, dokumen, dan data mereka dengan perlindungan terkuat di industri printer enterprise kami," kata Vice President Printing Systems HP Asia Pacific and Japan Leong Han Kong dalam acara China World Hotel Beijing, Selasa (22/9/2015).
Mengutip data yang dirilis Ponemon Institute, 64 persen manajer TI mempercayai printer mereka terserang perangkat lunak berbahaya malware. Pada saat yang sama, lanjut dia, 56 persen perusahaan enterprise mengabaikan sistem keamanan printer mereka.
Atas dasar itu, HP mengembangkan dan menanamkan fitur-fitur keamanan baru di dalam printer dan multi function printer kelas enterprise.
Fitur pertama adalah HP SureStart yang bisa mengaktifkan deteksi dan pemulihan sendiri dari serangan terhadap BIOS, memperluas perlindungan keamanan BIOS (yang sudah ada di PC HP Elite sejak tahun 2013) ke printer HP LaserJet Enterprise yang baru.
Kedua, fitur Whitelist yang dapat memastikan hanya firmware yang sudah diketahui aman yang bisa dijalankan di sebuah printer.
Ketiga, Run-time Intrusion Detection merupakan fitur baru yang menyediakan pengawasan memori terhadap serangan berbahaya.
"Fitur ini dikembangkan melalui kerjasama dengan Red Balloon. Sebuah perusahaan keamanan perangkat yang didirikan peneliti Columbia University," kata Han Kong.
Fitur-fitur baru tersebut akan menjadi fitur standar di printer HP LaserJet Enterprise baru dan printer OfficeJet Enterprise X dengan PageWide Technology ke depannya.
Ketiga fitur ini, kata dia, juga bisa diaktifkan di beberapa printer HP LaserJet Enterprise yang diluncurkan sejak April lalu. Sedangkan dua fitur, Whitelist dan Run-time Intrusion Detection bisa ditambahkan ke printer HP LaserJet dan PageWide Enterprise yang sebelumnya telah diluncurkan sejak 2011 melalui pembaruan service pack HP FutureSmart.

Tiga printer yang diluncurkan hari ini memiliki spesifikasi dan kemampuan yang berbeda.
HP LaserJet Enterprise M506 menawarkan pencetakan monokrom (hitam putih) dalam ukuran printer 24 persen lebih kecil dibanding pendahulunya. Namun dengan kecepatan cetak dua sisi yang lebih cepat hingga 71 persen dari pendahulunya. 
Kemudian seperti HP LaserJet Enterprise MFP M527 menawarkan pencetakan monokrom dalam sebuah MFP yang mampu memindai satu hingga dua sisi. Dilengkapi dengan panel kendali layar sentuh warna 8 inci untuk mendukung alur kerja yang lebih tinggi dan kecepatan halaman pertama hingga 33 persen lebih cepat dibanding pendahulunya.
Terakhir, HP Color LaserJet Enterprise MFP M577 dapat mencetak warna dalam sebuah MFP yang mampu memindai satu-dua sisi dengan panel kendali layar sentuh warna 8 inci dan keyboard opsional untuk mendukung alur kerja yang lebih tinggi. Keceparan cetak dua sisi printer ini 43 persen lebih cepat dibanding pendahulunya.

"Seri-seri ini akan tersedia di pasaran mulai November mendatang," kata Han Kong.

Malware Di Android

Waspada, Malware di Android Menyebar Lewat Lagu


KOMPAS.com - Ahli keamanan jaringan menemukan sebuah hal yang mencengangkan di platform OS mobile Android. Hanya dengan menggunakan file audio Mp3 dan video Mp4, penjahat cyber dikatakan dapat menyebarkan program jahat atau biasa dikenal dengan nama malware.
Adalah Zimperium Labs, perusahaan penemu masalah tersebut. Joshua Drake dan Zuk Avraham, dua peneliti keamanan dari perusahaan itu, menamakan isu keamanan tersebut sebagai Stagefright 2.
Perusahaan tersebut menemukan adanya sebuah celah keamanan dalam inti kode Android yang disebut "libutils". Melalui celah itu, penjahat cyber dapat menginjeksi program jahat pada Mp3 dan Mp4, yang diketahui dapat membuat si peretas mengambil beberapa fungsi dari perangkat.
Menariknya, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Forbes, Jumat (2/10/2015), celah keamanan tersebut ada di Android sejak versi 1.0 yang dirilis pada tahun 2008 lalu. Itu artinya, sekitar 1,4 miliar perangkat Android yang dimiliki saat ini bisa saja terinfeksi malware tersebut.
Satu hal yang cukup mengganggu lainnya, file MP3 atau MP4 tersebut tidak perlu dimainkan untuk masuk ke sistem Android. Hanya melalui preview audio dan video saja, malware tersebut bisa langsung menyebar masuk ke Android.
Menurut Zimperium Labs, hal tersebut bisa terjadi karena program jahat memang memanfaatkan bagaimana Android memproses metadata dalam file Mp3 dan Mp4.
Tentunya, tidak semua file Mp3 dan Mp4 yang sudah terinjeksi dengan malware. Menurut ahli keamanan tersebut, biasanya pengguna mendapatkan file tersebut dari situs yang sengaja dibuat oleh penjahat cyber untuk menyebarkan file Mp3 dan Mp4 "berbahaya".
Proses untuk memancing korban untuk mengunduh file berbahaya itu sendiri dinamakan sebagai phising.
Untungnya, Google, sebagai pengembang Android, sudah mengetahui adanya masalah tersebut. Nyatanya, Google sedang bersiap untuk menghadirkan patch atau penambal lubang keamanan tersebut.
Patch tersebut telah dikirimkan kepada rekanan pada 10 September lalu. Ada dua patch yang dirilis, yakni CVE-2015-6602 dan CVE-2015-3876. Google bekerjasama dengan rekanan tersebut untuk menghadirkan patch tersebut kepada pengguna, di luar pemakai perangkat gadget Nexus.

Bagi perangkat Nexus, Google dikatakan sudah siap untuk mengirimkan patch tersebut pada 5 Oktober mendatang.

Serentak, 1.700 Coder Indonesia Coba Pecahkan Masalah Bangsa



BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 1.700 coder di 28 kota/kabupaten di Indonesia berlomba memecahkan masalah bangsa. Caranya dengan membuat aplikasi kependudukan.
"Banyak masalah di Indonesia yang disebabkan belum bagusnya sistem kependudukan di Indonesia," ujar penyelenggara Hackathon Merdeka 2.0, Ainun Nadjib di Bandung, Sabtu (24/10/2015).
Nadjib menjelaskan, kependudukan adalah masalah yang dekat dengan Indonesia. Mulai dari berapa banyak yang putus sekolah, bagaimana kepemilikan kendaraan, berapa jumlah pengangguran, siapa orang yang tengah membutuhkan, dan lainnya.
Akar persoalan tersebut, sambung Nadjib, memang tidak bisa dipecahkan oleh coder. Karena coder-coder ini berada di luar pemerintah.
"Tapi kita bisa membantu memetakan gejala-gejala lewat aplikasi. Misalnya, berapa banyak siswa yang putus sekolah," imbuhnya.
Sementara itu, Public Relation Code4Nation (penyelenggara), Marina Kusumawardhani mengungkapkan, setiap pulau di Indonesia ikut serta serempak menggelar acara ini.
Selain Indonesia, acara ini digelar pula di Sydney. Marina menjelaskan, peserta terbanyak berada di Bandung, Surabaya, dan Sumbawa. Untuk Bandung, sekitar 70 tim yang masing-masing terdiri dari 3 orang ikut berpartisipasi.
"Selama 24 jam mereka akan membuat aplikasi yang bisa digunakan masyarakat. Setelah 24 jam dikumpulkan dalam bentuk aplikasi jadi atau konsep," tuturnya.
Bagi aplikasi yang berupa konsep, mereka akan diberi waktu ssatu bulan untuk menyelesaikan. Pemenang pertama dan kedua di tiap kota akan dikumpulkan di Jakarta dalam final 28 Oktober 2015 mendatang.

"Biasanya nanti pemenang akan presentasi di hadapan Presiden Joko Widodo," tutupnya.